Para habaib tidak pernah meminta supaya diri mereka dimuliakan, apa lagi untuk diagungkan atau dipuja. Jika mau memuliakan atau menghormati para habaib, buatlah karena ilmu mereka. Karena dengan ilmu, seseorang itu di angkat darjatnya oleh Allah SWT seperti firmannya :
يَرۡفَعِ ٱللَّه ُٱلَّذِينَ ءَامَنُوا ْمِنكُمۡ وَٱلَّذِين َأُوتُوا ْٱلۡعِلۡم َدَرَجَـٰت ٍ۬ۚوَٱللَّه ُبِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٌ۬
Artinya : "Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dikalangan kamu dan juga yang menuntut ilmu, dan sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan". (Surah al Mujadalah, ayat 11)
Dari Abu Darda’, beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang berjalan semata-mata karena ingin menuntut ilmu, Allah akan permudahkan jalannya ke syurga dan sesungguhnya para malaikat melebarkan sayap-sayapnya kepada orang yang menuntut ilmu karena meridhoi apa yang dikerjakannya....” (Hadis sahih, riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, Attirmizi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)
Namun perlu diingat, janganlah memuliakan para habaib secara berlebihan supaya tidak timbul fitnah. Muliakan lah mereka karena mereka guru kamu dan berkhidmat lah kepada guru-guru kamu seperti mana dituntut oleh Islam. Mungkin saja para habaib itu mempunyai kelebihan karena berketurunan Rasulullah SAW, namun itu bukan jaminan mereka tidak melakukan kesalahan kerana mereka juga manusia biasa.
Amat kesal jika ada yang mengaitkan para habaib dengan syiah, ketahuilah para habaib itu berjalan di atas landasan al-Quran dan Sunnah. Tidak ada satu amalan yang dikerjakan oleh para habaib menyerupai amalan syiah. Hentikanlah fitnah kepada para habaib dan ulama-ulama. Semoga Allah SWT mengampuni dosa kita semua.
Akhir kata, hormati lah para ulama dan orang berilmu, moga-moga ada keberkatan dan diredhai oleh Allah SWT.
Dikutip dari
Habib Ali Zaenal Abidin Al Kaff